Berkenalan Dengan BlankOn Linux

 

siang brewww gimana kabarnya nih??? pada kenal linux kan??? apa masih tersesat dengan “jendela”??? hhe just kidding brewww jangan diambil ampela deh. Ok hari ini gw baru berkenalan dengan BlankOn Linux ( hehe kemaren kenalan ma fedora, centOS, dan pacaran dengan Ubuntu ). “BlankON Linux membuat komputer Blank jadi ON” mungkin itu kali ya brewww kata yang tepat buat mendeskripsikan BlankOn Linux :D, maksudnya ialah komputer yang tersesat atau lebih dikenal dengan Blank ( alias komputer yang menggunakan Software dan OS bajakan ) setelah diinstal Blankon Linux komputerna jadi On alias bebas dari software bajakan. Kok Bisa??? ya iyalah kan BlankOn salah satu distribution linux, jadi licensenya GPL, jadi ga usah pusing mikirin gimana bayar license kaya tetangga sebelah :D. Ok brewwaw-attachment/wiki/ mari kenalan lebih jauh yuk brewww ama BlankOn Linux biar lebih jatuh cinta lagi :D.

Sejarah BlankON

Linux pertama kali dikembangkan oleh YPLI pada tahun 2004 dengan nama kode “Bianglala“. Pada saat itu, BlankOn merupakan turunan dari distro Fedora Core 3. Namun, rilisBlankOn pada saat itu berakhir sampai versi 1.1 dan akhirnya mati suri. Beberapa tahun kemudian, yaitu pada tahun 2007, pengembangan BlankOn Linux mulai dibangkitkan kembali oleh YPLI. BlankOn Linux yang sebelumnya diturunkan dari Fedora Core kini diganti menjadi Ubuntu. Mulai Versi 7.0 kode nama Pattimura ini Blankon di rillis 1 tahun sekali . Setiap rilis BlankOn Linux akan diberi tema dan ciri khas yang berbeda sesuai dengan budaya yang ada di Indonesia.

BlankOnAkhirnya, pada akhir tahun 2007, BlankOn Linux versi 2.0 dirilis dengan nama kode “Konde“. Versi ini diturunkan dari Ubuntu versi 7.10. Kemudian, pada pertengahan tahun 2008, BlankOnLinux versi 3.0 dirilis dengan nama kode “Lontara“. Versi yang berbasis Ubuntu 8.04 LTS ini menggunakan tema khas Sulawesi Selatan, terlihat dari pengunaan karya seni Kapal Pinisi pada gambar latar belakangnya. Anda juga dapat menulis aksara Lontara‘ yang merupakan aksara khas suku Bugis.  Pada bulan November 2008, BlankOn Linux 4.0 dirilis dengan nama kode “Meuligoe“. Ciri khas yang digunakan pada versi ini adalah Aceh, dengan warna dominan hijau. Pada rilis berikutnya 5.0 menggunakan nama Nanggar dengan khas Batak, pada rilis ini lah Logo BlankOn diganti sehingga lebih modern.
Rilis terakhir pada saat artikel ini ditulis adalah BlankOn Linux 7.0, dengan nama kode “Pattimura“. Sejak Versi 6.0 Ombilin tidak murni berbasis Ubuntu dan mulai rilis 6.0 Ombilin BlankOn tidak lagi mengikuti budaya mutlak Ubuntu, sehingga sudah banyak program yang diambil dari pembuatnya langsung. Sejak versi 6.0 , siklus rilis dilonggarkan menjadi setahun sekali.

Kelebihan Distro BlankON daripada Distro Linux lainnya adalah penggunaan Bahasa Indonesia pada antarmukanya serta temanya memiliki ciri khas Indonesia, sehingga sangat cocok untuk digunakan bagi orang Indonesia.

Nah ini cuplikan BlankON saya brewww gw pake yang patimura alias BlankON 7

 

nah di Blankon gw mah tampilannya standart standart aja brewww, lebih suka minimalis brewww gw mah tapi kalo soal performa di Blankon mantap brewww, komputer gw agak dingin dibanding lagi pake distro lain. Akhir kata ” Ini BlankON ku mana BlankON mu Brewww….?! ”

Sumber

Sumber

Advertisements
By togatta Posted in linux

tinggalkan curcol

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s